• MTS AS-SALAFIYAH
  • Sumber Duko Pakong Pamekasan

“Ketika Guru Menanam, Tapi Orangtua Tak Menyiram – Anak Akan Jadi Apa?”

 

Pendidikan bukanlah tugas tunggal. Ia adalah ladang besar yang harus digarap bersama oleh banyak tangan, terutama guru dan orang tua. Jika guru menanam benih ilmu, nilai, dan karakter setiap hari di madrasah, maka orang tua sejatinya adalah pihak yang menyiram dan merawatnya di rumah. Tapi, apa jadinya jika yang satu bekerja keras menanam, sementara yang lain membiarkannya kering tanpa siraman perhatian?

Guru adalah sosok yang setiap hari berjibaku menanam nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, ilmu pengetahuan, etika, dan semangat belajar kepada anak-anak. Mereka hadir bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga pembimbing dan pengarah. Di kelas, guru mengajarkan anak untuk menghargai waktu, bersikap jujur, dan bekerja sama dengan teman. Mereka menabur benih kebaikan yang kelak diharapkan tumbuh menjadi pohon kepribadian yang kuat.

Namun proses menanam ini memerlukan waktu, ketekunan, dan dukungan. Guru bukan penyihir yang bisa mengubah anak dalam sekejap. Mereka hanya memiliki sebagian waktu anak dalam sehari. Setelah bel pulang berbunyi, semua kembali kepada peran orang tua.

Setelah benih ditanam, siapa yang bertanggung jawab menyiram dan merawatnya? Jawabannya: orang tua. Di rumah, anak menghabiskan waktu jauh lebih lama dibandingkan di sekolah. Apa yang dilihat, didengar, dan dialami anak di rumah akan memperkuat atau justru meruntuhkan nilai-nilai yang diajarkan guru di madrasah.

Orang tua yang bersikap konsisten dengan nilai yang diajarkan di madrasah akan menjadi penyiram terbaik bagi tumbuhnya karakter anak. Namun, jika orang tua bersikap bertentangan – misalnya membiarkan anak tidak disiplin, memfasilitasi kebohongan, atau bahkan menunjukkan sikap kasar – maka siraman yang dibutuhkan itu tak pernah sampai. Lebih parah lagi, tanaman yang sudah tumbuh bisa layu, bahkan mati.

Anak yang tidak mendapatkan kesinambungan antara pendidikan di madrasah dan rumah akan tumbuh dengan kebingungan nilai. Di madrasah diajarkan tertib, di rumah dibiarkan semaunya. Di madrasah diajarkan jujur, di rumah melihat orang tua memanipulasi. Anak bisa tumbuh dengan perilaku ganda: baik di depan guru, tapi liar di luar rumah. Ini adalah benih krisis moral yang pelan-pelan merusak masa depan anak.

Anak bukan sekadar peniru, tapi penyerap yang luar biasa. Jika guru dan orang tua tidak sejalan dalam mendidik, anak akan lebih cenderung mengikuti lingkungan terdekatnya – yaitu keluarga.

Pendidikan anak tidak akan berhasil tanpa sinergi yang kuat antara guru dan orang tua. Madrasah bukan satu-satunya tempat belajar, dan guru bukan satu-satunya pendidik. Jika guru menanam, orang tua wajib menyiram. Jika keduanya bekerja sama, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh – cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Maka dari itu, mari kita renungkan bersama:
Ketika guru menanam, tapi orang tua tak menyiram – anak akan jadi apa?
Jangan sampai benih-benih kebaikan yang telah ditanam dengan susah payah itu layu hanya karena tak disiram di rumah. Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama – mari saling menopang, bukan saling melepaskan.

Komentar

Semoga bermanfaat dan barokah

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko Pakong dan Yayasan PSBB Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 47 Anak

  Sumber Duko Pakong, 7 Juni 2026 – Pondok Pesantren As-Salafiyah Sumber Duko Pakong bekerja sama dengan Yayasan Pamekasan Sehat Bersih Barokah (PSBB) menyelenggarakan kegia

07/06/2026 11:29 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 40 kali
MTs As-Salafiyah Sampaikan Ucapan Selamat atas Suksesnya Haflatut Tasyakuran Siswa Akhir Yayasan As-Salafiyah Tahun Pelajaran 2025–2026

  Sumber Duko, Pakong – Keluarga besar MTs As-Salafiyah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Haflatut Tasyakuran Siswa Akhir Ta

04/06/2026 07:18 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 16 kali
Momen Mengharukan di Wisuda As-Salafiyah 2026: Siswa, Orang Tua, dan Guru Menangis dalam Pelukan Syukur

  Pakong, 3 Juni 2026 – Yayasan Pendidikan As-Salafiyah Sumber Duko Pakong menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran dan Wisuda Kelas Akhir TK, MI, MTs, MA, dan SMK As-Salafiyah

03/06/2026 13:57 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 129 kali
MTs As-Salafiyah Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Meneguhkan Nilai Persatuan dan Karakter Bangsa

  Pakong, 1 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, keluarga besar MTs As-Salafiyah Sumber Duko Pakong Pamekasan meng

01/06/2026 11:43 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 35 kali
MTs As-Salafiyah Pakong Peringati Hari Kebangkitan Nasional 2026 dengan Semangat Persatuan dan Pendidikan Berkarakter

Pamekasan, 20 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026, MTs As-Salafiyah Pakong – Pamekasan menyampaikan ucapan selamat sekaligu

20/05/2026 07:53 - Oleh MTs As-Salafiyah - Dilihat 50 kali